Berkas Perkara Korupsi Pengadaan Handy Talky Dilimpahkan Ke PN Medan

oleh -8.085 views
MEDAN | KILATINFO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan melimpahkan berkas perkara Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Handy Talky pada Kantor Sandi Kota Medan T.A. 2014 ke Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan dua orang yakni A. Guntur Siregar dan Asber Silitonga.

Berkas perkara Tindak Pidana Korupsi A. Guntur Siregar dan Asber Silitonga yang dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Medan ke PN Medan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.H.

Kepada wartawan Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.H, melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, S.H, Selasa (1/3/2022) menjelaskan, berkas perkara yang diserahkan ke PN Medan yakni A. Guntur Siregar yang merupakan Kepala Kantor Sandi Daerah Kota Medan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan Handy Talky Kantor Sandi Daerah Kota Medan Tahun 2014.

Dan berkas perkara Asber Silitonga yang merupakan Direktur PT. Asrijes selaku Penyedia pada Kegiatan Pengadaan Handy Talkie pada Kantor Sandi Kota Medan TA. 2014.

Bahwa pada Tahun anggaran 2014, Kantor Sandi Daerah Kota Medan mendapat alokasi anggaran Pengadaan Handy Talky sebesar Rp 7.163.580.000,-. Lalu pada tanggal 13 November 2014 terdakwa AS mengajukan surat permohonan pembayaran uang muka nomor 053 / SP / PT. Asrijes / XI / 2014 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Sandi Daerah Kota Medan.

Selanjutnya terdakwa AGS mengajukan pembayaran kepada Badan Keuangan Daerah Kota Medan, lalu Badan Keuangan Daerah Kota Medan menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tanggal 02 Desember 2014, kemudian dana sebesar Rp1.423.561.400,- (Satu Milyar Empat Ratus Dua Puluh Tiga Juta Lima Ratus Enam Puluh Satu Ribu Empat Ratus Rupiah) atau 20% dari nilai kontrak Rp.7.117.807.000,- (Tujuh Milyar Seratus Tujuh Belas Juta Delapan Ratus Tujuh Ribu Rupiah).

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Kemudian ditransfer dari rekening Pemko Medan ke Rekening atas nama PT. Asrijes. Bahwa Handy Talky tersebut tiba di Kantor Sandi Daerah Kota Medan, pada tanggal 15 Desember 2014. Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2014, terdakwa AGS mengirimkan surat nomor : 845 / KSD-KM / 2014 perihal pemeriksaan keaslian merk dan originalitas Handy Talky Motorola GP 328, dan juga mengundang pihak PT. Motorola Solution Indonesia untuk hadir di Kantor Sandi Daerah Kota Medan sekaligus mencantumkan 11 serial number Handy Talky.

Selanjutnya pihak PT. Motorola Solutions Indonesia yang di wakili oleh saksi Johannes datang ke Kantor Sandi Daerah Kota Medan. Selanjutnya pihak Kantor Sandi Daerah Kota Medan memberikan 2 unit sampel yang kemudian di bawa ke Jakarta untuk dilakukan penyesuaian serial number dan part numbernya. Setelah dilakukan pengecekan terhadap 2 unit Handy Talky dan 11 serial number yang tercantum dalam surat tersebut yang dicek dengan cara memasukkan serial number ke dalam sistem / data base Motorola Global, hasilnya ternyata tidak valid atau tidak terdaftar.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Sehingga Handy Talky yang diterima oleh Kantor Sandi Daerah Kota Medan tersebut bukan dikeluarkan oleh pabrikan Motorola berikut juga telah dilakukan pengecekan terhadap bagian-bagian Handy Talky tersebut yakni baterai, antenna, charger, adaptor dari 2 sampel Handy Talky tersebut dan setelah disesuaikan dengan katalog radio Handy Talky Motorola Tipe GP 328 ternyata barang-barang tersebut tidak memiliki part number Motorola yang sesuai dengan produk radio Motorola.

Akibat perbuatan terdakwa, berdasarkan Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor : SR-112/PW02/5/2015 tanggal 11 Nopember 2015 dan Laporan Pemeriksaan BPK – RI perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 52.0 LHP XVIII.MDN/05/2015 terdapat kerugian Negara/Pemerintah Kota Medan sebesar Rp1.274.734.526.- (satu milyar dua ratus tujuh puluh empat juta tujuh ratus tiga puluh empat ribu lima ratus dua puluh enam rupiah).

Bahwa berdasarkan Surat Pelimpahan Acara Pemeriksaan Biasa (P-31) Nomor : B-08/L.2.10/Ft.1/02/2022 tanggal 25 Februari 2022 terhadap terdakwa A. Guntur Siregar didakwakan melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP, Subsidair pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUH Pidana.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Serta, berdasarkan Surat Pelimpahan Acara Pemeriksaan Biasa (P-31) Nomor : B-09/L.2.10/Ft.1/02/2022 tanggal 25 Februari 2022 terhadap terdakwa Asber Silitonga didakwakan melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP, Subisdair pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP.

Bahwa saat ini, terdakwa AGS sedang menjalani Penahanan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan untuk segera disidangkan menunggu penetapan jadwal sidang oleh Pengadilan Negeri Medan. Sedangkan terdakwa AS saat ini sedang ditahan di Rutan Klas II-B Banda Aceh terkait perkara lain.

Menurut pantauan tampak pihak PN Medan menerima berkas perkara keduanya. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.