Dalam Sidang Daring, Maju Sitohang Dituntut 18 Bulan Penjara

oleh -15.085 views
MEDAN | KILATINFO – Terdakwa Maju Sitohang warga Jalan Sisingamangaraja Km10 Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmayani Amir Ahmad selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/3/2022).

Dalam nota tuntutannya Jaksa dari Kejari Medan Rahmayani Amir Ahmad yang dibacakan oleh Jaksa Chandra P Naibaho dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo, SH, MH menyatakan, perbuatan terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP.

“Meminta agar Majelis Hakim yang menangani perkara ini, menghukum terdakwa Maju Sitohang, selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” ucap JPU Chandra P Naibaho dalam sidang yang diikuti terdakwa secara daring.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Dalam tuntutan Jaksa yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim, Hendra Utama Sutardodo menyebutkan, bahwa perkara ini bermula pada tanggal 10 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 Wib, istri saksi korban Jaos Manullang menghubungi terdakwa dirumahnya untuk menawarkan pekerjaan menjaga orangtuanya yang dirawat di Rumah Murni Teguh.

Tawaran itupun kemudian disetuju oleh terdakwa, lalu istri saksi korban membawa terdakwa ke Rumah Sakit Murni Teguh.

Namun pada tanggal 11 Oktober 2021 sekira pukul 11.00 Wib saksi korban dihubungi oleh pihak rumah sakit murni teguh melalui telepon

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Pihak Rumah Sakit Murni Teguh mengatakan kepada saksi korban, bahwa yang menjaga orang tuanya diruangan rawat inap sudah tidak ada selama 3 jam.

Bahkan pihak Rumah Sakit  juga mengatakan membawa handphone merk Samsung M20 warna hitam milik orangtua saksi korban tidak ada lagi.

Setelah mendapat kabar tersebut lalu saksi korban menuju rumah saksit Murni Teguh, ternyata benar apa yang dikatakan pihak Rumah Sakit.

Tak senang dengan apa yang telah dilakukan terdakwa,  lalu saksi korban mencari terdakwa dan pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021 sekira pukul 22.00 wib terdakwa berhasil ditangkap

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Saat terdakwa telah ditangkap, lalu saksi korban menanyakan dimana handphone merk Samsung M20 warna hitam milik orangtuanya, terdakwa mengakui telah menjualnya kepada temannya seharga Rp.715.000,- ribu.

Dinilai perpuatan terdakwa tak pantas dibaiki lagi, kemudian tanpa banyak pikir, selanjutnya terdakwa dibawa ke Polsek Medan Timur, lalu saksi korban membuat pengaduan dan terdakwapun di proses.

Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacaankan tuntutannya kemudian Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.