Kasus Perampokan Toko Emas, Ternyata Terdakwa Paul Pernah Rampok Emas Palsu

oleh -46.085 views
MEDAN | KILATINFO – Sidang lanjutan 4 terdakwa yakni Dian Rahmat, Paul Jhon Alberto Sitorus, warga Jalan Menteng VII Gang Kamboja / Gang Gereja (di belakang HKBP Sion) Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Farel Ghifari Akbar, warga Jalan Garu I Gang Manggis, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas serta Prayogi alias Bedjo Jalan Bangun Sari Lingkungan II, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan yang terlibat kasus perampokan toko emas di pasar Simpang Limun Medan berlangsung seru.

Kasus perampokan toko emas di pasar Simpang Limun Medan tersebut mengungkap banyak cerita. Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Denny L Tobing, SH, MH, Selasa (22/2/2022) sore, ke empat terdakwa mengaku punya peran masing-masing.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Dalam keterangan ketiga terdakwa yang terlibat kasus perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Medan itu menyebutkan, bahwa pertemuan mereka dengan mendiang Hendrik dikenalkan dari terdakwa Dian.

Terdakwa Paul mengatakan, yang mengajaknya merampok mendiang Hendrik, dan yang mengenalkannya dengan Hendrik yakni terdakwa Dian.

“Saya merampok yang punya ibu-ibu itu Pak. Duit gak ada diambil, cuma emas aja Pak. Cuma duit aja dikasi mendiang Hendrik sama kami, 4 juta 1 orang Pak.
Yang merencanakan mendiang Hendrik Tampubolon,” ungkap Paul sembari menirukan ucapan mendiang Paul, ‘mau merampok Lae, nanti bagi hasil. Saya dikasi pegang senpi, kalau senpi yang satu lagi dan laras panjang dia (Hendrik) yang pegang Pak.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Dalam sidang tersebut, terdakwa juga mengungkapkan kalau menembak tukang parkir mendiang Hendrik.

“Saya sudah pernah dihukum juga kasus 365, merampok emas palsu,” cetus terdakwa Paul.

Mendengar keterangan terdakwa itu, pengunjung sidang sempat tertawa.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

“Sepeda motor yang digunakan merupakan curian. Teman saya Farel Pak. Tasnya sudah kami bawa Pak. Awalnya saya sudah tidak setuju dengan rencananya. Cuma dia berkeras untuk disitu aja. Katanya gak ada yang besar toko emas selain di simpang Limun,” jelas terdakwa Paul.

Sementara dihadapan Majelis Hakim terdakwa Dian juga mengakui bahwa dirinya pernah dihukum dengan kasus 363. Terdakwa Farel pernah dihukum dengan kasus penggelapan handphone. Sementara terdakwa Prayogi belum pernah dihukum dan mengaku mengambil uang dari brankas. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.