Jaksa Menuntut Terdakwa Roni Selama 10 Tahun Penjara

oleh -21.085 views
MEDAN | KILATINFO – Terdakwa Roni Patrisco Pane warga Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun Kota Medan dituntut selama 10 tahun penjara. Jaksa menuntut terdakwa Roni Patrisco dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (17/2/2022).

Jaksa menuntut terdakwa Roni dengan denda sebesar Rp 1 miliar, subsider 6 bulan. Tuntutan dibacakan JPU Friska Sianipar dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

“Meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa Roni Patrisco Pane dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan,” ucap Jaksa menuntut terdakwa Roni.

Jaksa menuntut terdakwa Roni tersebut saat dipersidangan yang digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam sidang Jaksa menuntut terdakwa Roni itu, diikuti oleh terdakwa Roni melalui virtual.

Setelah mendengar Jaksa menuntut terdakwa Roni, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Mengutip dakwaan JPU, bahwa pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2021 sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa Roni saat itu sedang berada dirumah Frezraj (DPO) di Jalan Mangkubumi Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Kota Medan. Kemudian terdakwa mendengar percakapan via handphone Frezraj dengan seorang laki-laki bernama Jasen.

Kemudian setelah itu, Frezraj menyuruh terdakwa membuat alamat rumah ibu terdakwa untuk menerima paket isi shabu dan nama penerimanya memakai nama istri terdakwa, dan kalau berhasil terdakwa dapat Rp 2 juta dari Frezraj. Setelah itu terdakwapun pergi pulang ke rumah kontrakan terdakwa yang berada di Jalan Mangkubumi juga.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 27 Oktober 2021 sekira pukul 11.00 WIB pada saat terdakwa sedang berada di lembah sungai di Jalan Mangkubumi, terdakwa ditelpon oleh seseorang yang berkata “Halo..” terdakwa jawab “halo..siapa ini?”. Lalu sipenelpon berkata “Saya kurir kantor pos pak, ini paket bapak udah sampai, saya ini sudah di Mangkubumi”. Lalu terdakwa jawab “Yaudah bapak antar ke Swalayan Maju Bersama lah pak, nanti aku datang kesitu”, lalu kurir tersebut menjawab “Iya pak”.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Kemudian terdakwa melaporkan kepada Frezraj bahwa ada kurir kantor pos yang menelpon terdakwa dan mengatakan bahwa paket kiriman atas nama istri terdakwa tersebut sudah sampai. Lalu Frezraj berkata “Kau suruh kurirnya nanti GOSEND-kan aja paketnya ke Jalan Mantri Kel. Aur Kota Medan” lalu terdakwa jawab “Oke.”

Tak lama kemudian, si kurir menelpon terdakwa kembali dan berkata “Pak, saya sudah di depan Swalayan Maju Bersama di Jalan Mangkubumi” lalu terdakwa jawab “Yaudah pak tunggu bentar” lalu terdakwa berkata kepada Frezraj “Raj, itu kurirnya udah sampai di depan swalayan Maju Bersama itu” lalu Raj jawab “Yaudah GOSEND-kan aja ke Jalan Mantri” lalu terdakwa jawab “Iya”. Lalu terdakwa telpon kurirnya kembali dan berkata “Pak, itu paket saya GOSEND-kan ya, biar dijemput ke tempat bapak didepan Swalayan Maju Bersama” lalu si kurir menjawab “Iya”.

Kemudian terdakwapun memesan GOSEND untuk menjemput paket tersebut dari kurir kantor pos yang sedang menunggu didepan swalayan Maju Bersama. Setelah menunggu beberapa saat si kurir menelpon terdakwa kembali dan berkata “Pak, gak bisa ini dijemput GOSEND karena harus ada KTP sesuai nama penerimanya” lalu terdakwa jawab “Oh gitu ya pak, yaudah tunggulah pak biar kujemput” lalu si kurir menjawab “Iya pak”.

Selanjutnya terdakwa melaporkan kepada Raj bahwa terdakwa yang akan menjemput paketnya ke depan swalayan Maju Bersama, namun Raj berkata “Tunggu biar kusuruh kawan ngecek kesana” setelah itu pergilah satu orang suruhan Raj yang bernama Pijaren untuk melihat kurir kantor pos tersebut.

Sepulangnya Pijaren dari swalayan Maju Bersama tersebut, ia melaporkan kepada Raj bahwa ada tiga orang kurir kantor pos di tempat tersebut. Tak lama kemudian si kurir menelpon terdakwa kembali dan mengatakan supaya terdakwa menjemput paket tersebut di kantor pos. Kemudian keesokan harinya yaitu hari Kamis tanggal 28 Oktober 2021 terdakwa dirumah kontrakan terdakwa seharian istirahat karena terdakwa merasa badannya sangat capek, lalu sekira pukul 19.00 WIB terdakwa baru bangun dan melihat handphone terdakwa ada telepon dari Raj.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Lalu terdakwa menelpon Raj dan berkata “Tidur aku seharian Raj, ada apa?” lalu Raj menjawab “Besok kau ambil paket ya bro..” lalu terdakwa jawab “Oke lah”. Kemudian keesokan harinya yaitu pada hari Jum`at tanggal 29 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 WIB pada saat itu terdakwa sedang berada dirumah kontrakan terdakwa, terdakwa meng-GOSEND-kan paket kiriman milik terdakwa dari kantor pos. Namun sesampainya driver GOSEND di kantor pos, pegawai kantor pos disana mengatakan bahwa paket kiriman milik terdakwa tersebut tidak ada di kantor karena belum sampai.

Selanjutnya terdakwa menelpon kurir kantor pos yang ada di riwayat panggilan terdakwa dan berkata “Pak, paketnya dimana? Tadi saya sudah ke kantor pos tapi barangnya tidak ada.” lalu kurir menjawab “Oh iya pak, saya gak sempat antar kemarin itu, ini masih sama saya”. Dan terdakwa menjawab “Bapak dimana sekarang?” lalu kurir menjawab “Saya lagi di Titi Kuning sedang keliling mengantar paket kiriman”. Lalu terdakwa jawab “Bisa antar ke kampung Aur?”, lalu kurir menjawab “Ambil aja di kantor pos yang di lapangan merdeka ya pak, disana ada dokumen yang mesti bapak tandatangani”, laluterdakwa jawab “Oke pak”.

Lalu terdakwa menelpon Raj dan berkata “Raj ini aku jemput ke kantor pos aja lah.” lalu Raj menjawab “Kok bodoh kali kau, kok jadi dia pulak yang ngatur-ngatur kita” lalu terdakwa jawab “Yaudah lah biar kuambil biar cepat”.

Kemudian sekira pukul 12.00 Wib terdakwa berangkat ke kantor pos dan sesampainya disana sekira pukul 12.30 WIB terdakwa masuk ke dalam kantor tersebut, setelah itu terdakwa menelpon kurirnya kembali dan berkata “Pak saya sudah di kantor Pos ya” lalu si kurir menjawab “ke tempat CS aja”.

Setelah terdakwa sampai didepan CS, si kurir tiba-tiba datang dan menemui terdakwa dan berkata “Ini paket milik bapak?” (sambil menunjukkan sebuah paket berupa amplop warna kuning yang tertulis), lalu terdakwa jawab “Iya pak”. Lalu amplop tersebut terdakwa terima dan tiba-tiba datang beberapa orang yang berpakaian preman dan mengaku petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda mengamankan terdakwa dan berkata “Kami Polisi!!! Diam di tempat. Buka paket yang kau pegang itu”.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Kemudian terdakwa berkata “Iya pak saya buka” lalu paket tersebut terdakwa buka dan menunjukkan isinya kepada petugas kepolisian bahwa memang isinya adalah narkotika jenis shabu lalu terdakwa ditangkap dan disita barang bukti berupa narkotika jenis shabu sebanyak 1 bungkus kemasan plastik tembus pandang berat bersih (Netto) 98,37 gram didalam sebuah plastik klip warna abu-abu metalik dibungkus kembali dengan sebuah amplop warna kuning.

Selanjutnya Polisi menginterogasi terdakwa “Ini shabu mau kau antar ke siapa lagi?” lalu terdakwa jawab “ini sabu punya kawan saya pak Frezraj namanya, aku disuruh jemput paketnya kemari”. Lalu Polisi bertanya “Mana nomor handphonenya?” lalu terdakwa menunjukkan nomor handphone Frezraj dihandphone terdakwa. Tiba-tiba Frezraj menelpon terdakwa yang kemudian Polisi mengarahkan terdakwa untuk mengangkatnya, Raj berkata “Dimana kau?” lalu terdakwa jawab “Aku masih di kantor pos, nunggu orang ini selesai sholat Jum`at.”

Kemudian terdakwa dibawa oleh Polisi untuk melakukan pengembangan ke Jalan Mangkubumi yaitu ke daerah tempat tinggal Frezraj. Kemudian Frezraj menelpon terdakwa dan berkata “Udah dmna kau?” lalu terdakwa diarahkan Polisi untuk menjawab “Itu paketnya udah di gudang (maksudnya adalah gudang rumah Frezraj, aku udah di kontrakan ku ini di Kampung Aur.” (padahal barang bukti narkotika jenis shabunya telah disita oleh petugas Kepolisian).

Namun Frezraj tidak datang-datang kerumahnya, kemudian Polisi mencoba menelpon Raj namun sudah tidak aktif lagi. Kemudian terdakwa beserta seluruh barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.