Dua Sekawan Ini Sukses Buat Merek Es Krim Raksasa, Awalnya Jualan Di Pom Bensin

oleh -16.085 views
KILATINFO – Dimulai dari pertemuan di sekolah menengah yang ada di kawasan Long Island, New York, dua sekawan Ben Cohen dan Jerry Greenfield sukses membuat merek es krim terkemuka di Amerika Serikat (AS), Sabtu (12/2/2022). Dikutip dari detikfinance, merek es krim yang terkemuka di AS tersebut yakni Ben & Jerry’s.

Dua sekawan Ben Cohen dan Jerry Greenfield mempunyai kisah yang cukup panjang. Ben pernah menceritakan kepada Washington Post pada 2014 bahwa sebetulnya dia bertemu Jerry ketika kawannya pingsan di kelas olahraga.

Pertemanan dua sekawan itu pun berlanjut, Ben dan Jerry mengaku memiliki kesamaan karena memiliki latar belakang orang tua yang profesinya sama. Sama-sama bergerak di bidang keuangan, ayah Ben seorang akuntan dan ayah Jerry pialang saham.

Pertemanan itu tumbuh sampai keduanya jadi dewasa, keduanya kembali bertemu dan bermain bersama lagi usai menyelesaikan kuliah di tahun 1970-an. Mereka pun mulai membangun kekayaannya setelah bersama-sama pindah ke New York setelah lulus dari perguruan tinggi untuk mencari peruntungan.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Keduanya ingin sekali buka usaha. Hal pertama yang mereka pikirkan adalah membuka toko roti bagel, tetapi ternyata peralatannya terlalu mahal. Tak putus asa, akhirnya mereka membuka toko es krim di Burlington, Vermont pada 1978.

Nah, Cohen dan Jerry cukup serius untuk membuka usahanya itu. Bahkan, sebelum usahanya terbentuk di Burlington, Ben dan Jerry sampai rela menghadiri kursus pembuatan es krim seharga US$ 5 di Pennsylvania State University pada tahun 1978.

Keduanya membuka toko es krim pertama mereka di sebuah pom bensin yang telah diubah di Burlington, Vermont. Keduanya menanam modal sebesar US$ 4.000 atau sekitar Rp 57 jutaan bila dikonversikan ke kurs terkini. Mereka pun mendapat pinjaman bank tambahan US$ 4.000 untuk membuka usahanya.

Mereka juga menjual makanan lain di tokonya tersebut, seperti crepes dan sup di awal. Pada tahun berikutnya, es krim adalah satu-satunya menu mereka.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Menariknya ada cara unik dalam pembuatan resep es krim Ben & Jerry’s, Cohen bercerita sebetulnya dirinya memiliki indera penciuman dan perasa yang buruk. Nah Jerry yang akan membuat resep dan rasa baru es krimnya, dia harus memuaskan penciuman dan perasa yang buruk milik Cohen.

Dan seperti itu, Jerry dapat membuat es krim dengan rasa yang kuat. Dari situlah mereka dapat membuat rasa es krim yang enak dan diminati banyak orang.

Selanjutnya pada tahun 1980, Ben & Jerry’s berkembang menjadi produk toko kelontong. Ben dan Jerry mulai mengemas es krim mereka ke dalam wadah berukuran pint. Sekitar tujuh tahun kemudian, perusahaan telah berkembang menjadi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 429 miliar.

Dan rasa pertama yang mereka coba adalah vanilla, menurut situs perusahaan. Cherry Garcia adalah salah satu rasa tertua kerajaan es krim mereka dan juga paling laku di pasar.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Sekatang Ben & Jerry’s memiliki 219 toko di seluruh Amerika. Merek tersebut menghasilkan hampir US$ 682 juta atau sekitar Rp 9,75 triliun dalam penjualan pada 2019. Perusahaan ini memiliki sekitar 600 karyawan di 38 negara bagian AS.

Kemudian pada tahun 1994, Ben Cohen, yang merupakan CEO pertama perusahaan, mengundurkan diri dari peran tersebut. The New York Times melaporkan bahwa perusahaan tersebut menghasilkan sekitar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun per tahun dari penjualan es krim pada saat itu.

Setelah kemunduran Ben, Unilever membeli Ben & Jerry’s seharga US$ 326 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun pada tahun 2000. Ben dan Jerry tetap menjadi karyawan perusahaan di jajaran dewan direksi. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.