Nasib Oh….Nasib, Ngaku Polisi Tak Taunya Pembegal

oleh -80.085 views
KILATINFO | BINJAI – Ini kisah dari Kota Binjai. Ya, masih menyangkut aksi kriminal. Nasib dua pria di sana terpaksa merelakan sepeda motor dan harta bendanya digondol sang pelaku.

Nasib yang mengejutkan, para pelaku saat itu mengaku petugas polisi. Pun sekedar modus, namun pastinya tindakan yang menimpa kedua korban harus cepat diungkap penegak hukum. Info diperoleh, kedua korban dibegal oleh sekelompok pria pengendara mobil di Jalan Seilepan, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Senin kemarin. Saat itu para korban mengendarai sepeda motor.

Beruntung nasib mereka dapat selamat dari maut tanpa menderita luka, meskipun sempat dipukul dan dibuang para pelaku di dua lokasi terpisah. Dalam aksinya tersebut, para pelaku merampas dua sepeda motor dan seluruh barang berharga milik para korban.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Tidak lama setelah diselamatkan warga dan dijemput oleh pihak keluarga, salah satu dari keempat korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit SPKT Polres Binjai. Hal itu sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/683/X/2021-Resor Binjai, tertanggal 25 Oktober 2021.

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting, saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Kamis (4/11/2021) sore, membenarkan kasus tersebut.

Menurutnya, keempat korban perampokan itu masing-masing Risky (22) dan Yosua Gurusinga (24), keduanya warga Pasar IV Dusun Kresno Desa Padang cermin, Kecamatan Selesai, serta Zurah (16) dan Ayu (17), keduanya warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Batang serangan, Kabupaten Langkat.

“Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Satreskrim Polres Binjai,” ungkap Siswanto.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, sebelum peristiwa perampokan terjadi, awalnya keempat korban yang saling berboncengan mengendarai Honda Scoopy dan Honda Vario, melintasi Jalan Seilepan, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

“Jalan tersebut sengaja mereka lewati, karena menjadi jalur tercepat untuk mengantarkan dua korban wanita menginap di salah satu penginapan, kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Sumberkarya, Kecamatan Binjai Timur,” terang Siswanto.

Namun ketika melewati tikungan Jalan Seilepan, tidak jauh dari Jembatan Seimencirim, atau sesaat sebelum memasuki Jalan Bangau, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, tiba-tiba laju kedua sepeda motor dihentikan sekelompk pria yang mengendarai mobil Toyota Avanza putih.

Begitu turun dari kendaraannya, para pelaku kemudian memaksa ke-empat korban yang mereka tuduh sebagai pelaku penyalahguna narkoba masuk ke dalam mobil dengan alasan akan dibawa menuju kantor polisi. Bersamaan dengan itu, dua pelaku segera membawa kedua sepeda notor para korban.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

“Malang bagi para korban, setelah dibawa berkeliling Kota Medan dan dirampas seluruh barang berharganya oleh para pelaku, mereka justru dibuang di dua lokasi terpisah,” jelas Siswanto.

Dalam hal ini, dua korban laki-laki, yakni Risky dan Yosua, dibuang di kawasan perkebunan tebu, Desa Klumpang kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang. Sedangkan dua korban wanita, Zurah (16) tahun dan Ayu (17) tahun ditelantarkan di Jalan Jenderal AH Nasution, tepat di depan Asrama Haji, Kota Medan.

Beruntung ke-empat korban mendapat pertolongan dari warga, yang seketika itu membantu mereka menghubungi masing-masing anggota keluarganya. Usai dijemput pihak keluarga, ke-empat korban selanjutnya melaporkan kasua tersebut ke pihak kepolisian. (ki/mn/nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.