PN Medan Vonis Dua Terdakwa Maling Rumah Selama 4 Tahun 6 Bulan Penjara

oleh -161.085 views

MEDAN | KILAT INFO – Terbukti bersalah melakukan pencurian dengan kekerasan, dua terdakwa M. Muhtar dan Nomo Akbari dijatuhi hukuman selama 4 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Deson Togatorop, SH saat dipersidangan yang digelar di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, (1/10/2020).

“Mengadili menjatuhkan hukuman kepada terdakwa M. Muhtar dan Nomo Akbari masing-masing selama 4 tahun 6 bulan penjara,” ucap ketua Majelis Hakim Deson Togatorop.

Setelah mendengar putusan yang dibacakan Majelis Hakim, baik penuntut umum maupun kedua terdakwa menyatakan terima.

Sebelumnya putusan Majelis Hakim itu lebih ringan dari tuntutan Penuntut Umum, M. Rizqi Darmawan, SH yang menuntut selama 5 tahun penjara.

Mengutip dakwaan JPU, bermula pada hari Rabu tanggal 02 Januari 2019 sekira pukul 13.00 wib, terdakwa Nomo Akbari pergi ke Rumah Makan Minang di Jalan Merak Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal, untuk membeli nasi dan bertemu dengan saksi Roi Andika Alias Budi dan Willy.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Selanjutnya terdakwa diajak oleh Willy untuk melakukan pencurian, namun Willy tidak memberitahukan di mana tempat untuk melakukan pencurian tersebut. Selanjutnya terdakwa sepakat untuk bertemu di Pos Security Perumahan Residen pukul 20.00 wib. Kemudian terdakwa kembali kerumah terdakwa, dan sekira pukul 19.30 wib terdakwa pergi ke Perumahan Residen tempat semula mereka berjanji untuk bertemu.

Sesampainya di Perumahan Residen terdakwa langsung bertemu dengan teman terdakwa Budi, Willy dan M.Muhtar, dan selanjutnya terdakwa  merencanakan untuk melakukan Pencurian tersebut. Dan sekitar pukul 22.00 wib teman terdakwa yang bernama Adi datang ke Pos Security Perumahan Residen dan berbincang bincang.

Kemudian sekira pukul 02.00 wib terdakwa bersama dengan 3 orang teman terdakwa manjat melalui pagar samping rumah korban dan mencungkil daun pintu jendela serta langsung masuk ke kamar tidur korban dan mengambil barang barang milik korban.

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Setelah mengambil barang barang milik korban terdakwa bersama 3 orang teman terdakwa kembali ke Pos Security dan sesampainya di Pos Security teman terdakwa Budi membagi bagi hasil Pencurian uang beserta barang tersebut. Dan bagian terdakwa yang diberikan Budi adalah uang sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dan kalung emas 1 buah, Cincin 1 buah, gelaang 2 buah, dan kerabu 2 buah serta asesoris mitasi.

Seusai mendapat bagian dari hasil Pencurian tersebut terdakwa pulang kerumah, dan dua hari kemudian terdakwa pergi ke Soeroom Sepeda motor bekas di jalan Pandu untuk membeli sepeda motor Satria FU dari hasil pencurian tersebut dengan harga Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Setelah membeli sepeda motor tersebut terdakwa menjual perhiasan hasil pencurian tersebut ke tukang perhiasan emperen kaki lima petisah dengan harga Rp 6000.000 (enam juta rupiah).

BACA..  Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo

Selanjutnya terdakwa pulang kerumah dan mengajak istri terdakwa untuk menyewa rumah di Jalan Suka Raya Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal DS, karena tidak pekerjaan tetap terdakwa kembali menjual sepeda motor tersebut untuk kehidupan sehari hari.

Dan pada hari Sabtu tanggal 07 Maret 2020 sekitar pukul 16.30 Wib di rumah orang tua terdakwa Jalan Merak no 43 Kelurahan Sei sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal dan membawa terdakwa ke Polsek Medan Sunggal.

Akibat kejadian tersebut saksi korban Sutan Saidi Lubis mengalami kerugian sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh rupiah). Perbuatan ia terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 363 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (ZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.